Minggu, 05 Mei 2013

LIGAR PUSAKA BUHUN TARALI KOLOT TATAR PASUNDAN ( 5 )

                                    SAID ANWAR ( SANG HYANG NUR CAHYA )


·         Said anwar ( sang hyang nur cahya ) putra nabi sis yang pertama,menikah dengan
Dewi rawati putri dari prabu rawangin,raja jin di kepulauan lautan lak.
Menurunkan putra Sang hyang nur rasa.



             Pengertian :dalam kesasaran, dalam menemukan petunjuk,yang terpencar terpisah - pisah , sebelum mengenalnya, seperti kelompok - kelompok yang berbeda - beda, seakan - akan saling menjauh dan berlawanan, juga bertentangan.
             Dan seakan - akan tidak saling mengenal, dan seakan - akan kita berprinsip salah satunyalah yang paling benar, kemungkinan prinsif itu lahir karena kita tidak mengenal dari bagian yang lainnya.
             Padahal yang benar ialah, pabila semua bisa  bersatu dengan bagian lainnya, bisa bersama, seirama, seiring, maka diyakini itulah warisan kebenaran.
            Seperti halnya kita mempelajari ilmu, dinyatakan bahwa warisan, yang lengkap dari, petunjuk kebenaran diantaranya :
            1.Ilmu ussulluddin (mengenai ketauhidan dan keimanan)
            2.Ilmu ussul fiqih (hukum dan tatacara dalam  pelaksanaan  I’badah)
            3,Tajridul qolbi (tasawuf, mengenai tatanan batiniyah)
            Dari ketiga bagian ini, ada kalanya kita tidak mempelajari dari ketiga bagian tersebut, sehingga ada kalanya kita merasa aneh atau berpendirian, bahwa bagian lainnya bukan dari bagiannya, sehingga ada kalanya menjadi saling bertentangan, atau berprinsip bahwa bagian lainnya salah.
            Lalu apakah kita harus terus menerus untuk saling menyalahkan, sehingga tidak menemukan sebuah keputusan yang pasti, ada kalanya seseorang yang mengatakan sesuatu hal itu salah, hanya dapat mengatakan salah, tidak disertai dengan arah pemahaman, sehingga hal tersebut walaupun benar, hanya di nilai bukan meluruskan, tapi di nilai  hanya suatu kebencian.

                                                 

                                                         BERSATU, BERSAMA,UNTUK MENCAPAI SEBUAH PERDAMAIAN.
                                   SALING MENGHARGAI DAN MENGHORMATI, AGAR YANG LAIN PUN DAPAT MENGHORMATI. 
                


                                     

- Pengertiaan : Bersama, bersatu, berdamai, saling membantu dan saling menghormati, itulah diantara harapan, dari leluhur tanah pasundan,

SILSILAH KAMPUNG CIBORELANG DESA CINUNUK KECAMATAN CILEUNYI KABUPATEN BANDUNG DI SUKU GUNUNG MANGLAYANG.

KAMPUNG CIBORALANG ;
Nama dari kampung ciboralang, dikaji dari arti bahasa ‘’ ( Ci) meng artikan air dan (BORELANG) meng artikan boreleng (totol) atau beulang.
Dan di kaji secara makna dan bukti yang ada ialah :
(CI) air atau sumber air, yang mana sumber air tersebut, menjadi sebuah karunia, yang di berikan zat laisa kamislihi sai'un, yang menjadi salah satu sumber kehidupan, sehingga nama mata air tersebut (CI) menjadi dipilih sebagai kata pengantar dari nama kampung tersebut. 
            Dan kata dari (BORELANG) dikaji secara makna dari arti yang dapat selaras, dengan  bukti yang ada, dan dari paduan keterangan para tokoh kampung dan tokoh desa, bahwa mengenai kata (BORELANG) diantaranya sehubungan air dari hulu sumber tersebut, pada mulanya, masih tertimbun, sehingga air yang keluar dari hulu sumber tersebut, keluar melalui sela - sela tanah satu sampai dua meter dari permukaan tanah.
            Dan tanah yang di jadikan jalan air tersebut menjadi gembur (EUMBEUL) sejenis rawa yang rupanya, antara air dan lumpur yang  terkena trik mata hari, sehingga  keluarlah warna air tersebut seperti bertotol, antara warna kuning, coklat dan agak putih, sehingga air tersebut disebut secara bahasa sunda boreleng (TAI HIANG) dan sumber pemula masih tidak berubah hingga saat ini
            Sehingga keselarasan untuk melahirkan sebuah nama dari  kampung tersebut, menjadi    ( KAMPUNG CIBORELANG).dan menurut keterangan para tokoh, Abah oyot dan aki entong, dahulu hulu air tersebut di kelilingi dengan pohon jambe yang mengelilingi kolam berukuran 10/segi dan disamping hulu air tersebut seumpat dijadikan tempat untuk  acara rutin untuk ruatan (ngaruat lembur) dan tempat untuk munajat untuk melakukan istiqo dan di sebelah samping hulu sumber tersebut yaitu di sungai samping hulu mata air tersebut, pernah di jadikan tempat persembunyian warga kampung pada jaman  penjajahan.
             Dan diantara sumber air lainnya oleh tokoh terdahulu, di Tanami pohon hampelas, sehingga di kenal menjadi mata air cihampelas, kampung ciborelang desa, cinunuk kecamatan cileunyi  kab. Bandung dan pada saat ini hulu dari sumber air tersebut di penuhi dengan pohon jati putih.dari setiap perubahan tersebut, seakan akan mendorong untuk menggali sesuatu hal, yang terpendam mengenai suatu peninggalan dari salah satu leluhur pasundan, semoga kedepan dapat kita pecahkan bersama, mengenai sesuatu hal yang masih tersembunyi di hulu sumber mata air tersebut, dengan harapan segala yang kita gali, dapat menjadi suatu hal yang bermanfa’at.
            Begitu juga mengenai silsilah dari desa cinunuk, di kaji dengan bukti yang ada, lahirnya   
Nama cinunuk, di karenakan di salah satu tempat, dari hulu mata air tersebut, tumbuh pohon nunuk, sehingga di sebutlah (CINUNUK) dan sekarang menjadi nama dari desa cinunuk. 
           Dan untuk lebih jauhnya, untuk mengenal dari salah satu peninggalan, yang ada di wilayah desa cinunuk kec cileunyi kab.bandung, peninggalan dari generasi terdahulu, yang ada di desa cinunuk, kedepan akan kita singkap, mengkaji dari bukti kebiasaan yang ada, diantaranya yang tersimpan, dalam bentuk budaya (adat istiadat/tradisi) dan seni tradisional, dengan harapan kita dapat memetik suatu pelajaran, mengenai pesan moral dan fituah dari generasi terdahulu, sebuah karya peninggalan untuk kita semua sebagai anak cucunya.

LIGAR PUSAKA BUHUN TARALI KOLOT TATAR PASUNDAN ( 4 )

            PUSAKA LARAS PATRA JAGAT NATA AGEUMAN SATRIA PININGGIT